Latest Comments

Home arrow Lifestyle arrow Health & Medical 
Advertisement


Asam Folat Bagi Ibu Hamil
User Rating: / 8
PoorBest 

Resiko NTD dapat dikurangi dengan mengonsumsi asam folat. Folat berasal dari bahasa latin yang artinya hijau. Zat ini banyak terdapat pada segala jenis sayuran hijau. Cacat tabung syaraf atau NTD (neural tube deffect) merupakan salah satu kelainan janin yang kerap terjadi. Menurut data di Amerika Serikat, setiap tahunnya sekitar empat ribu kehamilan berisiko menderita NTD. Dari jumlah ini, terdapat 2.500 bayi lahir dengan NTD. Data yang lain menyebutkan, satu hingga tiga janin dari seribu kehamilan menderita NTD.

Tiga jenis NTD yang utama adalah anencephaly (janin tanpa tengkorak kepala), spina bifida (tulang belakang yang tidak tertutup sempurna), serta encephalocele (tonjolan di belakang kepala). Dari ketiga jenis kelainan janin tersebut, spina bifida adalah yang paling sering terjadi (sekitar 65 persen).
NTD mulai terbentuk pada dua hingga empat minggu usia kehamilan. Sementara itu, kehamilan biasanya baru disadari oleh seorang wanita setelah kandungan berusia lima hingga enam minggu. Munculnya NTD pada kandungan disebabkan oleh banyak faktor risiko. di antaranya faktor keturunan (riwayat NTD di keluarga), baik pada wanita atau pasangannya, wanita yang menderita obesitas, wanita penderita diabetes tipe satu yang tergantung pada insulin, serta wanita penderita epilepsi yang mengonsumsi obat-obatan antiepilepsi (valproic acid, carbamazepine). Hal ini mengingat obat-obatan tersebut bersifat menghalangi kerja asam folat. Wanita yang pernah mengalami NTD juga berisiko tinggi untuk kembali mengalaminya pada kehamilan berikutnya.

Mengurangi risiko NTD
Risiko NTD dapat dikurangi dengan mengonsumsi asam folat. Folat berasal dari bahasa latin yang artinya hijau. Zat ini banyak terdapat pada segala jenis sayuran hijau. Di samping itu juga banyak terdapat pada buah-buahan (jeruk, alpokat), daging, hati, serta ikan.

Menurut ahli obstetri dan ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Noroyono Wibowo SpOG, pada media briefing pekan lalu, asam folat perlu diberikan mulai empat bulan sebelum kehamilan. `'Karena itu asam folat perlu dimengerti oleh wanita yang merencanakan kehamilan,'' katanya. Mengingat kebanyakan wanita tidak tahu pasti kapan dirinya akan hamil, sambungnya, maka zat ini perlu dikonsumsi oleh semua wanita pada usia subur.

Noroyono menambahkan, NTD sebenarnya bisa dideteksi melalui USG (ultra sonografi) saat kandungan berusia 12 hingga 13 minggu. Khusus untuk kasus spina bifida, operasi intra-uterin (dalam rahim) untuk menutup lubang pada tulang belakang janin bisa dilakukan saat kandungan berusia 20 minggu.

Kendati bisa diatasi melalui bedah, namun tindakan bedah yang dibutuhkan untuk mengatasi NTD amatlah kompleks dan harus dilakukan berkali-kali. Selain itu, NTD kerap menimbulkan efek berupa kelumpuhan seumur hidup (pada anak), kesulitan mengontrol kencing atau feses, problem dalam proses belajar, hydrocephalus, alergi, serta meningkatnya masalah kesehatan si anak seiring dengan bertambahnya usia.

Mengonsumsi asam folat adalah cara paling murah, mengingat untuk mengatasi NTD dibutuhkan biaya yang sangat besar. Menurut studi di AS, dibutuhkan biaya sebesar 532 ribu dolar AS selama masa hidup seorang anak untuk mengatasi spina bifida yang dideritanya.

Departemen Kesehatan AS, USDPHS (US Department of Health and Human Services), merekomendasikan asupan asam folat sebesar 400 mikrogram per hari bagi semua wanita. Ini lantaran semua wanita mempunyai kemungkinan untuk hamil dan sebagian besar tidak mengetahui kapan dirinya akan hamil (50 persen kehamilan di AS tidak direncanakan). Jumlah asupan ini bisa mencegah NTD sebesar 50 hingga 70 persen. Sementara wanita dengan riwayat NTD sebelumnya, memerlukan empat miligram asam folat per hari yang dimulai empat bulan sebelum kehamilan.

Asupan asam folat sintesis
Institute of Medicine Report Food and Nutrition Board di AS menyarankan agar wanita usia subur mengonsumsi 400 mikrogram asam folat sintesis sebagai tambahan asam folat alamiah yang terdapat pada bahan makanan. Hal ini mengingat daya serap tubuh terhadap asam folat alami yang terdapat pada bahan makanan rendah dibandingkan terhadap asam folat sintesis, yakni setengahnya.

Karena itulah direkomendasikan untuk mengonsumsi asam folat dalam dosis yang besar (400 mikrogram) untuk mencegah kekurangan. Sementara kelebihan asam folat tidak menimbulkan efek samping karena zat ini larut dalam air. Kandungan asam folat yang terdapat pada bahan makanan alami, papar Noroyono, jumlahnya sedikit sehingga perlu mengonsumsi makanan tersebut dalam jumlah yang sangat banyak. Karena itu, katanya, cara praktis untuk memenuhi kebutuhan folat adalah melalui suplemen dan makanan berfortifikasi (asam folat sintesis).

Di negara-negara tertentu, salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan asam folat dilakukan melalui fortifikasi (memperkaya) makanan dengan asam folat seperti pada roti. Hal ini belum bisa dilakukan di Indonesia karena harganya yang mahal. Bukan hanya untuk mengurangi risiko NTD bagi wanita, secara umum asam folat juga berguna bagi semua orang. Zat ini memiliki efek positif terhadap berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit-penyakit kardiovaskular, kanker, mood disorder atau gangguan gairah kejiwaan, serta mengurangi anemia.

Pada penyakit kardiovaskular, asam folat akan menurunkan kadar homocysteine dalam darah. Tingginya kadar homocysteine berhubungan dengan tekanan darah tinggi, penyakit-penyakit kardiovaskular, serta stroke. Rendahnya kadar folat juga mempercepat efek buruk zat-zat katrsinogen dalam tubuh.

Asam folat berfungsi sebagai antidepressi. Zat ini dapat meningkatkan gairah kejiwaan seseorang. Orang yang kekurangan asam folat cenderung depresi. Kekurangan asam folat juga bisa menyebabkan kerontokan rambut, kelelahan, insomnia, serta kesulitan mengingat. Folat juga terbukti dapat menurunkan risiko kanker payudara pada wanita yang mengonsumsi alkohol. Arp
 
Krisis energi yang berakibat menurunnya daya beli masayarakat terutama kelompok dibawah garis kemiskinan akan memicu masalah yang lebih besar pada masa depan bangsa. Ibu hamil serta janinya rentan terhadap dampak krisis energi yang sedang terjadi. Asupan nutrisi saat ibu hamil akan sangat berpengaruh pada outcome kehamilan tersebut.

Kehidupan manusia dimulai sejak masa janin dalam rahim ibu. Sejak itu, manusia kecil telah memasuki masa perjuangan hidup yang salah satunya menghadapi kemungkinan kurangnya zat gizi yang diterima dari ibu yang mengandungnya. Jika zat gizi yang diterima dari ibunya tidak mencukupi maka janin tersebut akan mempunyai konsekuensi kurang menguntungkan dalam kehidupan berikutnya. Sejarah klasik tentang dampak kurang gizi selama kehamilan terhadap outcome kehamilan telah didokumentasikan oleh (Stein & Susser 1975). Masa paceklik di Belanda "The Dutch Fainine" yang berlangsung pada tahun 1944-1945, telah m?mbawa dampak yang cukup serius terhadap outcome kehamilan. Fenomena the Dutch Famine menunjukkan bahwa bayi-bayi yang masa kandungannya (terutama trimester 2 dan 3) jatuh pada saat-saat paceklik mempunyai rata-rata berat badan, panjang badan, lingkar kepala, dan berat placenta yang lebih rendah dibandingkan bayi-bayi yang masa kandungannya tidak terpapar masa paceklik dan hal ini terjadi karena adanya penurunan asupan kalori, protein dan zat gizi essential lainnya. (Stein & Susser 1975). Uraian di bawah akan membahas dampak buruk kekurangan asupan zat gizi pada kehamilan dan bagaimana pencegahannya.

Pembahasan

Kehamilan selalu berhubungan dengan perubahan fisiologis yang berakibat peningkatan volume cairan dan sel darah merah serta penurunan konsentrasi protein pengikat nutrisi dalam sirkulasi darah, begitu juga dengan penurunan nutrisi mikro. Pada kebanyakan negara berkembang, perubahan ini dapat diperburuk oleh kekurangan nutrisi dalam kehamilan yang berdampak pada defisiensi nutrisi mikro seperti anemia yang dapat berakibat fatal pada ibu hamil dan bayi baru lahir(Parra, B. E., L. M. Manjarres, et al. 2005). Pada kekurangan asupan mineral seng (zinc) dalam kehamilan misalnya, dapat berakibat gangguan signifikan pertumbuhan tulang. Pemberian asam folat tidak saja berguna untuk perkembangan otak sejak janin berwujud embrio, tetapi menjadi kunci penting pertumbuhan fungsi otak yang sehat selama kehamilan (Christiansen, M. and E. Garne 2005). Kasus-kasus gangguan penutupan jaringan saraf tulang belakang (spina bifida) dan kondisi dimana otak janin tidak dapat terbentuk normal (anencephaly) dapat dikurangi hingga 50% dan 85% jika ibu hamil mendapat asupan cukup asam folat sebelum dia hamil. Ibu hamil harus mendapatkan asupan vitamin yang cukup sebelum terjadinya kehamilan karena pembentukan otak janin dimulai pada minggu-mingu pertama kehamilan, justru pada saat Sang ibu belum menyadari dirinya telah hamil(Obeid, R. and W. Herrmann 2005)( Wen, S. W. and M. Walker 2005). Pada kasus-kasus dimana janin mengalami defisiensi asam folat, sel-sel jaringan utama (stem cells) akan cenderung membelah lebih lambat daripada pada janin yang dikandung ibu hamil dengan asupan asam folat yang cukup. Sehingga stem cells yang dibutuhkan untuk membentuk jaringan otak juga berkurang. Selain itu, sel-sel yang mati juga akan bertambah, jauh lebih besar daripada yang seharusnya (Santoso, M. I. and M. S. Rohman (2005).

Meski dalam jumlah terminimum sekalipun, keterbatasan nutrisi kehamilan (maternal) pada saat terjadinya proses pembuahan janin dapat berakibat pada kelahiran prematur dan efek negativ jangka panjang pada kesehatan janin. Sekitar 40 % wanita yang melahirkan prematur disebabkan oleh faktor yang tak diketahui (idiopatik). Penelitian pada hewan uji kemudian membuktikan adanya korelasi antara kelahiran prematur dengan kekurangan nutrisi sebelum kehamilan dimulai. Pada kehamilan normal, janin sendiri yang akan menentukan kapan dirinya akan memulai proses kelahiran. Pada hewan uji, telah diketahui kalau proses ini dimulai dari aktivasi kelenjar adrenal untuk memproduksi akumulasi mendadak cortisol di dalam darah. Akibatnya, terjadilah proses berantai yang berujung pada proses kelahiran, dan hal yang sama pula dianggap terjadi pada manusia. (Challis, J. R., S. J. Lye, et al. 2001).

Problemnya adalah jika kehamilan terjadi prematur. Pada kasus ini paru-paru dan organ-organ penting hanya memilik kemampuan minimum untuk berkembang dalam rahim guna mempersiapkan kehidupan di luar rahim nantinya. Para peniliti mempercayai bahwa cortisol dari kelenjar adrenal juga memacu pematangan dari sistem organ tubuh janin seperti paru-paru, dimana penting bagi bayi agar dapat langsung bernafas dengan mengembangkan paru-parunya seketika lahir. Jika tidak terdapat cukup cortisol untuk mematangkan paru-paru di dalam rahim, bayi yang lahir akan mengalami sindrom gawat nafas (respiratory distress syndrome) dan berlanjut pada keadaan asfiksia (lemas) dan kemudian meninggal. Ini adalah momok menakutkan dari kelahiran prematur(Challis, J. R., S. J. Lye, et al. 2001).

Penelitian pada hewan uji juga membutikan bahwa sekalipun keadaan nutrisi yang buruk dalam kehamilan diperbaiki dan kemungkinan dapat kembali ke keadaan normal, janin-janin dalam kasus di atas ternyata telah mengalami proses percepatan pematangan kelenjar adrenalnya yang memacu kelahiran prematur dalam waktu rata-rata 1 minggu. Wanita hamil harus berpikir untuk mendapatkan diet dan asupan makanan yang adekuat sebelum mereka tahu dirinya hamil, karena nutrisi yang cukup setelah kehamilan terjadi tidak dapat mengkompensasikan ketidakcukupan asupan nutrisi sebelum kehamilan. Meski dalam jumlah sekecil apapun kekurangan nutrisinya. Karena itu jika Anda merencanakan untuk hamil, diri Anda harus dalam kecukupan nutrisi sebelum Anda memulai kehamilan, karena jika tidak, bayi Anda kemungkinan besar akan lahir prematur.

Dalam dunia medis istilah pertumbuhan janin terhambat-PJT (intrauterine growth restriction) diartikan sebagai suatu kondisi dimana janin berukuran lebih kecil dari standar ukuran biometri normal pada usia kehamilan. Kadang pula istilah PJT sering diartikan sebagai kecil untuk masa kehamilan-KMK (small for gestational age). Umumnya janin dengan PJT memiliki taksiran berat dibawah persentil ke-10. Artinya janin memiliki berat kurang dari 90 % dari keseluruhan janin dalam usia kehamilan yang sama. Janin dngan PJT pada umumnya akan lahir prematur (<37 minggu) atau dapat pula lahir cukup bulan (at term, >37 minggu)(Gardosi, J. O. 2005).

Bayi-bayi yang dilahirkan dengan PJT biasanya tampak kurus, pucat, dan berkulit keriput. Tali pusat umumnya tampak rapuh dam layu dibanding pada bayi normal yang tampak tebal dan kuat. PJT muncul sebagai akibat dari berhentinya pertumbuhan jaringan atau sel. Hal ini terjadi saat janin tidak mendapatkan nutrisi dan oksigenasi yang cukup untuk perkembangan dan pertumbuhan organ dan jaringan, atau karena infeksi. Meski pada sejumlah janin, ukuran kecil untuk masa kehamilan bisa diakibatkan karena faktor genetik (kedua orangtua kecil), kebanyakan kasus PJT atau KMK dikarenakan karena faktor-faktor lain. Beberapa diantaranya sbb:
•    Faktor ibu: Tekanan darah tinggi, Penyakit ginjal, Kencing manis stadium lanjut, Penyakit jantung dan pernafasan, Malnutrisi, anemia, Infeksi, Penyalahgunaan obat narkotika dan alkohol dan, Perokok
•    Faktor sirkulasi uteroplasenta: Penurunan aliran darah dari rahim dan plasenta, Abrupsio plasenta (plasenta lepas dari lokasi implantasi di rahim sebelum waktunya), Plasenta previa (plasenta berimplantasi di segmen bawah rahim) dan, Infeksi di sekitar jaringan janin
•    Faktor janin: Janin kembar, Infeksi, Cacat janin dan, Kelainan kromosom
PJT dapat terjadi kapanpun dalam kehamilan. PJT yang muncul sangat dini sering berhubungan dengan kelainan kromosom dan penyakit ibu. Sementara, PJT yang muncul terlambat (>32 minggu) biasanya berhubungan dengan problem lain. Pada kasus PJT, pertumbuhan seluruh tubuh dan organ janin menjadi terbatas. Ketika aliran darah ke plasenta tidak cukup, janin akan menerima hanya sejumlah kecil oksigen, ini dapat berakibat denyut jantung janin menjadi abnormal, dan janin berisiko tinggi mengalami kematian. Bayi-bayi yang dilahirkan dengan PJT akan mengalami keadaan berikut :
•    Penurunan level oksigenasi
•    Nilai APGAR rendah (suatu penilaian untuk menolong identifikasi adaptasi bayi segera setelah lahir)
•    Aspirasi mekonium (tertelannya faeces/tinja bayi pertama di dalam kandungan) yang dapat berakibat sindrom gawat nafas
•    Hipoglikemi (kadar gula rendah)
•    Kesulitan mempertahankan suhu tubuh janin
•    Polisitemia (kebanyakan sel darah merah)
Pada kasus-kasus PJT yang sangat parah dapat berakibat janin lahir mati (stillbirth) atau jika bertahan hidup dapat memiliki efek buruk jangka panjang dalam masa kanak-kanak nantinya. Kasus-kasus PJT dapat muncul, sekalipun Sang ibu dalam kondisi sehat, meskipun, faktor-faktor kekurangan nutrisi dan perokok adalah yang paling sering. Menghindari cara hidup berisiko tinggi, makan makanan bergizi, dan lakukan kontrol kehamilan (prenatal care) secara teratur dapat menekan risiko munculnya PJT(Gardosi, J. O. 2005). Perkiraan saat ini mengindikasikan bahwa sekitar 65% wanita pada negara sedang berkembang paling sedikit memiliki kontrol 1 kali selama kehamilan pada dokter, bidan, atau perawat. Angkanya tinggi pada negara Amerika Latin dan Karibia (83%) sementara rendah pada negara Asia Selatan (51%) (Piaggio, G., H. Ba'aqeel, et al. 1998).

Penutup

Usaha untuk mencegah gizi buruk tidak harus menunggu berhasilnya pembangunan ekonomi sampai masalah kemiskinan dituntaskan. Pembangunan ekonomi rakyat dan menanggulangi kemiskinan memakan waktu lama. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa diperlukan waktu lebih dari 20 tahun untuk mengurangi penduduk miskin dari 40% (1976) menjadi 11% (1996). Data empirik dari dunia menunjukkan bahwa program perbaikan gizi dapat dilakukan tanpa harus menunggu rakyat menjadi makmur, tetapi perhatian pada golongan yang beresiko kekurangan asupan zat gizi akan membantu mengurai peliknya masalah kemiskinan. Dan diharapkan program perbaikan gizi menjadi bagian yang eksplisit dari program pembangunan untuk memakmurkan rakyat. (edited by T404AR?)
 

Anda pengantin baru dan berencana memiliki momongan? Sebaiknya konsumsi folat secara teratur agar bayi yang dikandung kelak lahir sehat.
 
Kenapa mesti folat? Baiklah, mari kita kupas dulu soal folat ini. Folat adalah vitamin B yang ditemukan pada berbagai bahan pangan dan ditambahkan ke sejumlah suplemen vitamin dan mineral sebagai asam folat, sebuah bentuk sintetis dari folat (sumber-FDA, USA).

Folat dibutuhkan sebelum dan pada minggu-minggu pertama kehamilan serta dapat membantu mengurangi risiko serius dan cacat lahir pada janin yang disebut neural tube defects (NTDs), yang berdampak pada otak dan sumsum tulang belakang.

Masalahnya adalah, yang ini paling krusial, NTD terjadi pada embrio sebelum perempuan menyadari dirinya hamil.
"NTD terjadi pada 28 hari setelah konsepsi (pembuahan), dimana pada saat itu biasanya para ibu tidak menyadari jika dirinya hamil," ujar dr. Noroyono Wibowo, SpOG, Dari Divisi Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RSCM, Jakarta. NTD disebabkan oleh kegagalan menutupnya tabung syaraf dengan sempurna pada sekitar hari ke-28 setelah konsepsi.

Berdasar alasan itulah kenapa wanita pada usia produktif (15-45) disarankan untuk mengonsumsi folat, minimal 3 bulan sebelum merencanakan kehamilan. Jika sudah mengonsumsi folat sebelum hamil, saat kehamilan datang, maka risiko memiliki bayi lahir dengan cacat otak atau sumsum tulang belakang akan berkurang.
"Konsumsi folat yang mencukupi harus dilakukan setiap hari, khususnya pada usia produktif," ujar Elizabeth Yetley, Ph.D., seorang pakar nutrisi bersertifikat dan direktur FDA yang membawahi divisi Nutrisi Khusus.

Potensi folat untuk mengurangi risiko NTD membuat FDA mensyaratkan pabrik makanan menambah produk pangan yang mereka produksi dengan asam folat. Hal ini dipercaya akan memberikan asupan folat yang memadai pada wanita, misalnya dengan mengonsumsi roti terfortifikasi dan produk lain seperti pasta, nasi, wafel dan sereal terfortifikasi.

Berapa banyak folat yang harus dikonsumsi? Menurut FDA, untuk wanita yang merencanakan kehamilan sebaiknya mengonsumsi 400 mikrogram (0,4 mg) folat per hari dan sekira 800 mikrogram saat hamil. Noroyono menyarankan ibu yang merencanakan kehamilan setidaknya mengonsumsi 600 mikrogram per hari.

Namun menurut Kepala Divisi Fetomaternal RSCM ini, untuk kondisi khusus, ibu yang merencanakan kehamilan harus mengonsumsi folat 3 bulan sebelum kehamilan dalam jumlah lebih besar, mencapai 4 miligram per hari, misalnya pada ibu yang pernah melahirkan bayi dengan kasus NTD atau spina bifida, atau memiliki gangguan kardiovaskular.

Yang patut dicatat, mengonsumsi asam folat saja tidak akan menjamin 100% bayi terbebas dari NTD atau cacat otak, karena NTD ini antara lain juga dipengaruhi oleh kelainan kromosom yang belum diketahui.

Berapa jumlah optimal asam folat yang harus dikonsumsi tubuh? Menurut Noroyono, sejauh ini optimalisasi asam folat belum diketahui karena asam folat yang masuk kategori mikronutrien (nutrien yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit) tidak pernah bekerja sendiri.

"Karena sulit menentukan optimalisasi asam folat, suka atau tidak, harus disuplementasi," ujarnya.

Jika Anda suka makan sayur dan buah setiap harinya, dari situ tubuh mendapatkan asam folat sekira 200 mikrogram, sisanya harus disuplementasi antara lain dengan mengonsumsi suplemen atau minum susu. Jangan cemas, jika Anda kebeihan folat kelebihannya tidak diserap tubuh. ustru kalau kurang folat Anda akan mendapati gangguan penyakit, seperti tekanan darah tinggi, gangguan suasana hati (mood swing). Konsumsi folat pada usia produktif akan mengurangi risiko kanker usus besar, kanker payudara dan kanker pankreas, khususnya pada perokok.
l    NTD

Nama teknis untuk dua gangguan cacat lahir pada bayi dengan NTD, yang risikonya bisa dikurangi dengan asupan folat, adalah anencephaly dan spina bifida. Bayi dengan anencephaly tidak memiliki otak dan bisa tetap lahir namun tak lama kemudian akan meninggal. Sedangkan bayi lahir dengan spina bifida bisa bertahan dengan berbagai derajat kecacatan, mulai yang ringan hingga berat, seperti skoliosis hingga lumpuh atau gangguan berkemih yang tak terkontrol. Dengan terapi yang tepat, sebagian besar bayi yang lahir dengan spina bifida bisa hidup hingga dewasa, namun biaya yang dibutuhkan untuk ini luar biasa besar karena membutuhkan alat bantu seperti penyangga betis, kursi roda dan alat lain yang membantu mereka berjalan. Sekitar 30% mengalami keterbelakangan mental berat.
The national Centers for Disease Control and Prevention memperkirakan sekira 2.500 bayi dengan spina bifida dan anencephaly lahir setiap tahunnya di AS.
Faktor lain yang berkontribusi pada perkembangan NTD, antara lain:
1    Sejarah keluarga dengan NTD.
2    Kehamilan sebelumnya dengan NTD.
3    Penggunaan obat ayan tertentu.
4    Kelebihan berat badan/kegemukan.
5    Mandi berendam di bak panas saat kehamilan awal.
6    Demam saat awal kehamilan.
7    Diabetes

l    Sumber Folat

Folat sudah ada secara alami di berbagai jenis makanan, antara lain hati, sayuran berwarna hijau, selada, brokoli, asparagus, jeruk dan produk olahannya seperti jus, produk biji-bijian (misal gandum, nasi), kacang yang dikeringkan. Folat juga bisa didapat dari suplemen makanan seperti tablet asam folat dan multivitamin dengan asam folat dan dari sereal sarapan terfortifikasi.

Sebuah studi terbaru yang dikeluarkan oleh Institute of Medicine mengindikasikan berdasar riset dibuktikan bahwa asam folat, bentuk sintetis dari folat, mungkin diserap lebih baik dibanding folat yang secara alami terkandung di bahan pangan.

Folat merupakan zat esensial untuk pembentukan bumbung saraf (neural tube), yang menutup saraf tulang belakang (spinal cord). Saat bumbung saraf tidak menutup dengan semestinya, maka spinal cord akan terbuka, atau hanya tertutup kulit pada kasus bayi baru lahir yang menderita cacat bumbung saraf (NTD) seperti spina bifida, anencephaly atau encephalocele.

Bayi lahir dengan cacat bumbung saraf acapkali meninggal pada awal-awal kehidupannya. Mereka yang berhasil hidup biasanya menderita cacat tubuh tetap sepanjang hayatnya, termasuk intelektualitasnya.
Cacat bumbung saraf pada janin dapat dideteksi dengan ultrasound pada usia kehamilan 18 minggu, dan menimpa 400-500 kehamilan di Australia setiap tahunnya. Anencephaly dan spina bifida terjadi dengan frekuensi hampir serupa. namun bayi yang mengidap anencephaly tidak akan hidup saat dilahirkan. Sementara kasus encephalocele jarang-jarang ditemui.

Bumbung saraf terbentuk pada bulan pertama kehamilan, bahkan saat kita belum mengetahui jika hamil. Inilah alasan utama kenapa perempuan membutuhkan folat, bahkan sebelum dia hamil.

Mencegah NTD
Karena folat esensial untuk janin bagi pekan-pekan pertama pembentukannya, para pakar umumnya merekomendasikan setiap perempuan usia produktif minimal mesti mengonsumsi 400 µg folat setiap harinya, dalam upaya mengurangi angka kejadian NTD, baik pada kehamilan yang direncanakan maupun yang tidak.

Terdapat sejumlah bukti bahwa kenaikan asupan folat pada perempuan usia produktif dihubungkan dengan menurunnya angka kejadian NTD.

Tingkatkan asupan folat Anda!
Jika Anda perempuan usia subur dan sejauh ini tidak teratur mengonsumsi buah, sayur dan roti fortifikasi dan sereal, amat sulit mencukupi asupan 400 µg yang disarankan dari makanan. Perempuan yang merencanakan kehamilan disarankan untuk meningkatkan asupan folat dengan konsumsi suplemen asam folat teratur setiap hari minimal sebulan sebelum dan selama tiga bulan usia kehamilan. Ini cara terbaik untuk memastikan perlindungan maksimum terhadap NTD.

Bahkan, untuk keluarga yang pernah punya sejarah NTD, dia harus mengonsumsi folat dalam jumlah lebih banyak. Saran saya: Mintalah nasihat dokter.
Diingatkan, sejumlah multivitamin kompleks juga mengandung asam folat. Tapi jika Anda hamil atau merencanakan kehamilan, sangat penting menggunakan produk yang khusus diciptakan untuk suplementasi asam folat selama kehamilan. Konsumsi asam folat dalam jumlah cukup dalam bentuk multivitamin akan menghasilkan terlalu banyak substansi lain diserap tubuh selama kehamilan, seperti vitamin A. Akibatnya bisa jadi tidak baik.


Comments
Add New
Josiah Irma  - Asam folat   |202.127.103.xxx |2009-05-19 06:16:51
Saya wanita berusia 25 tahun dan sekarang sedang mengandung 4 bulan. Saya sering mengkonsumsi sayur, susu kedelai dan buah setiap harinya baik sebelum dan selama hamil, tetapi supplement asam folat
baru saya konsumsi setelah kehamilan berusia sekitar 7 minggu,supplemen asam folat yang saya konsumsi per harinya 5 mg, 1 tab setiap hari. Apakah itu berlebihan?? dan dari USG terakhir kehamilan 16
mingu, puji Tuhan bayi saya dalam keadaan baik-baik saja.Sampai kapan supplement asam folat tersebut saya konsumsi?? Terima kasih
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
  International
News, Politics, Business & Finance, ...

  Technology
Internet, Computers, ...

  Science
Academics, Education, Research, ...

  Lifestyle
Arts & Culture, Health & Medical, Hobbies, ...

  Entertainment
Books, Musics, Movies, ...

  Sports
Sports, ...