Latest Comments



Moses, Software untuk Mengatasi Penyebaran Malaria
User Rating: / 0
PoorBest 
Malaria Datang, MOSES Beraksi
Bayangkan 100 juta manusia terjangkit malaria setiap harinya. Sekitar satu persen di antaranya berakhir fatal hingga menyebabkan kematian. Berapa banyak manusia lagi yang akan terjangkit penyakit mematikan ini? Penyakit tropis yang paling berbahaya menurut PBB ini sering menjangkiti negara berkembang seperti Indonesia. Sebagian solusi hanya berkutat di perkotaan, bagaimana dengan pedesaan atau pelosok negeri lainnya?


Kepedulian inilah awal dari ide pembuatan MOSES. MOSES atau Malaria Observation System and Endemic Surveillance merupakan gabungan software dan hardware yang terintegrasi untuk memerangi penyakit malaria.

Gabungan software dan hardware ini memungkinkan seorang pasien yang tinggal di daerah pedesaan mendapatkan pelayanan kesehatan dan diagnosis dokter yang terletak di kota besar. Inovasi karya David Samuel dan rekan-rekannya yang tergabung dalam Tim Big Bang Indonesia ini juga merancang perangkat keras untuk melakukan pemeriksaan laboratorium.

Tak hanya itu, MOSES juga dilengkapi aplikasi pemetaan yang memudahkan pemerintah melakukan studi episdemologis terhadap penyakit tertentu sesuai sejarah dan kondisi geografisnya. Dengan ini, seorang dokter di kota bisa memberikan dosis obat yang sesuai dan cara perawatan yang benar terhadap pasien.

“Software ini dibuat untuk mengatasi masalah penyebaran tenaga medis yang tidak merata, sehingga banyak masyarakat di daerah terpencil tidak mendapat pelayanan kesehatan yang layak,” ujar David, salah satu anggota Tim Big Bang Imagine Cup 2009.

Karya yang mendapat apresiasi di Imagine Cup Indonesia 2009 sebagai juara pertama ini tidak hanya bisa diimplementasikan di Indonesia. Negara berkembang lainnya, dengan kasus yang sama bisa menggunakan produk ini.

“Software ini bisa menerima data pasien dan data umum seperti umur, berat badan, dan tinggi badan. Lalu dengan perangkat keras yang telah dirancang, kondisi fisik seperti suhu tubuh, tekanan darah, dan detak jantung akan dimonitor secara otomatis,” jelas David, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Khusus untuk malaria, tambah David, peralatan tersebut dilengkapi dengan ponsel berkamera dengan lensa mikroskop dengan perbesaran hingga 1000 kali. Perangkat handphone yang dilengkapi dengan fitur mikroskopis juga merupakan sebuah riset yang sekarang sedang dikembangkan untuk dapat membantu penelitian mikroskopis, terutama di daerah yang kekurangan tenaga medis. Pengaplikasian sistem ini juga akan menghemat 30.9% dalam enam bulan dari biaya yang harus dikeluarkan ketika harus mengirimkan dokter dan tenaga ahli ke daerah terpencil.

Saat ini, MOSES dikembangkan lebih lanjut di bawah bimbingan I2TB (Inkubator Inovasi Telematika Bandung), sebuah lembaga inkubasi yang diinisiasi oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo). “Mereka (Depkominfo) sangat antusias dan berusaha membantu sehingga kami dapat mempersiapkan software ini untuk dapat bersaing dengan negara lain di ajang kompetisi tingkat dunia 3 Juli nanti di Mesir,” tutur David.

Karya kreatif yang juga lolos penjurian tahap II Indonesia ICT Award (INAICTA) 2009 ini akan mewakili Indonesia di ajang Imagine Cup tingkat dunia yang akan diselenggarakan di Mesir awal Juli yang akan datang.

Tim yang berisikan mahasiswa ITB ini berharap inovasinya tidak berhenti sampai kejuaraan, tetapi dapat diimplementasi untuk memberikan manfaat seluas-luasnya. “Kami sempat bertemu dengan Menteri Kesehatan dan beliau menyatakan bahwa inovasi kami merupakan inovasi tepat guna yang kebutuhannya cukup besar saat ini,” tutur Doddy, anggota Tim Big Bang yang lain.

“Kami percaya bahwa Indonesia sangat potensial untuk memajukan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), bahkan dapat menjadi salah satu Negara besar dalam hal ini. Akan tetapi seperti layaknya bayi yang baru belajar merangkak, perlu dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, sehingga bayi ini kelak dapat tumbuh dan menjadi salah satu tulang punggung industri kreatif yang memberikan efek kemajuan bangsa,” tandas David.

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
  International
News, Politics, Business & Finance, ...

  Technology
Internet, Computers, ...

  Science
Academics, Education, Research, ...

  Lifestyle
Arts & Culture, Health & Medical, Hobbies, ...

  Entertainment
Books, Musics, Movies, ...

  Sports
Sports, ...