Latest Comments



Termehek-mehek: Ketegaran Bu Sumiyati
User Rating: / 3
PoorBest 
 
Tadi malam, saya habis silaturahmi ke teman-teman di kampong halaman saya (kebetulan habis mudik ke Jombang). Kebiasaan, pada waktu saya di rumah, kalau malam saya sempatkan mampir ke teman-teman.
Menanyakan kabar, berita terbaru yang ada di kampung sampai dengan politik menjadi pembahasan yang seru. Tapi yang paling seru adalah mengenai “supranatural”, karena pada waktu kami berbincang-bincang tadi sambil melihat tayangan salah satu televisi, lupa saya apa nama televisinya, tapi acaranya bernama ‘termehek-mehek’.

Tadi malam, saya habis silaturahmi ke teman-teman di kampong halaman saya (kebetulan habis mudik ke Jombang). Kebiasaan, pada waktu saya di rumah, kalau malam saya sempatkan mampir ke teman-teman.
Menanyakan kabar, berita terbaru yang ada di kampung sampai dengan politik menjadi pembahasan yang seru. Tapi yang paling seru adalah mengenai “supranatural”, karena pada waktu kami berbincang-bincang tadi sambil melihat tayangan salah satu televisi, lupa saya apa nama televisinya, tapi acaranya bernama ‘termehek-mehek’.
Acara tersebut menayangkan seorang gadis bernama Mendy, yang ditinggal mati kedua orang tuanya dan ditinggal pergi kekasihnya. Selepas ditinggal orang-orang yang dekat dengannya, gadis tersebut menjadi gadis yang pendiam, malah terlalu pendiam. Berbicara hanya sesekali, itu pun kadang menyakitkan pendengarnya.
Perubahan sikap dari gadis tersebut mengundang prihatin sahabatnya. Kemudian sahabat gadis tersebut berinisiatif untuk mengembalikan keadaan Mendy, sahabatnya itu seperti sedia kala, seorang gadis yang periang, suka bercanda serta seorang sahabat yang setia. (Sebut saja Sahabat mendy dengan Surti)
Surti kemudian mencoba menghubungi Tim Termehek-mehek, yang terkenal biasa menghubungkan seseorang dengan seseorang yang sudah putus hubungan. Akhirnya, Tim Termehek-mehek pun bersedia untuk membantu Surti untuk mempertemukan Mendy dengan kekasihnya yang hilang.
Perjalanan pencarian kekasih Mendi pun di mulai. Akan tetapi baru saja pencarian di mulai, Mendy tiba-tiba berteriak-teriak tidak jelas, seperti orang kesurupan. Tim pun dibuat kebingungan, inisiatif ke paranormal pun diambil. Mendy dibawa ke salah seorang paranormal terdekat. Tetapi paranormal tersebut tidak mampu untuk menyadarkan Mendy, ia menyarankan agar tim membawa Mendy ke guru dari paramormal tersebut.
Perjalanan pun berlanjut dengan membawa Mendy mencari guru dari paranormal tersebut. Pada waktu perjalanan itu, keadaan Mendy seringkali kambuh, kejang-kejang. Akhirnya setelah menempuh perjalanan panjang, guru paranormal tersebut dapat ditemukan. Beliau pun membantu tim termehek-mehek untuk menyembuhkan Mendy.
Pada proses penyembuhan, terjadi keanehan. Mendy kejang-kejang sambil berteriak-teriak tidak karuan, menyebabkan tim termehek-mehek bertambah kuatir bercampur takut. Kejadian tersebut bertambah seru tatkala sopir dari tim termehek-mehek juga mengalami kesurupan secara tiba-tiba. Tim pun bertambah panic, Sang Paranormal berusaha untuk menguasai keadaan. Sesudah beberapa saat keadaan pun dapat dikendalikan, sang sopir meski masih belum sadar, sudah tidak teriak-teriak lagi. Sedang Mendy sudah mulai sadar.
Kemudian para normal itu pun menjelaskan kepada tim, bahwa Mendy tidak akan sembuh sebelum menemukan orang yang bernama Sumiyati, tetapi sebelumnya harus menemukan orang yang bernama Ridwan terlebih dahulu.
Perjalanan pencarian tim bertambah panjang, dari mencari kekasih Mendy, mencari paranormal, guru paranormal sekarang bertambah harus mencari Ridwan dan Sumiyati.
Pencarian orang yang bernama Ridwan pun dimulai. Bertanya sana-sini akhirnya tim dapat menemukan orang yang bernama Pak Ridwan. Alangkah kagetnya tim Termehek-mehek ketika mendapatkan Nama Ridwan ternyata sudah meninggal. Pencarian pun dilanjutkan dengan menemui istri Pak Ridwan yang bernama Bu Teti. Bu Teti pun akhirnya dapat dijumpai. Setelah menceritakan segala asal muasal dan tujuannya dari Tim bersama Mendy, keterangan tentang nama Sumiyati pun berhasil diperoleh. Dari Bu Teti didapatkan keterangan, bahwa Bu Sumiyati ternyata adalah istri pertama Pak Ridwan yang ditinggal kawin dengan Bu Teti tanpa pamit. Bu Teti pun sebenarnya sangat ingin memberi tahu Bu Sumiyati jikalau Pak Ridwan sudah meninggal, tapi Bu Teti tidak berani, karena merasa tidak enak hati.
Bermodal keterangan dari Bu Teti perjalanan Mendy dan Tim Termehek-mehek dilanjutkan dengan mencari Bu Sumiyati. Pencarian Bu Sumiyati tidak sesulit pencarian orang-orang sebelumnya karena Bu Teti sudah memberi tahu alamat Bu Sumiyati.
Mendy dan Tim pun berhasil menemui Bu Sumiyati. Sebagaimana terhadap Bu Teti, Mendy dan Tim menceritakan asal muasal menemui Bu Sumiyati. Tim pun menceritakan kematian Pak Ridwan kepada Bu Sumiyati. Mendengar kematin Pak Ridwan Bu Sumiyati pun pingsan. Tim pun segera bertindak dengan memapah Bu Sumiyati ke dalam rumah dan berusaha untuk menyadarkan Bu Sumiyati.
Sesudah Bu Sumiyati Sadar, ibu pun kemudian menangis, sambil berkata: “Saya maafkan kamu akang, semoga kamu di terima si sisi Allah” berulang kali. Setelah keadaan semakin baik kemudian Bu Sumiyati meminta agar Tim Termehek-mehek bersedia mengantarnya menemui Bu Teti. Tim pun mengabulkan permintaan Bu Sumiyati untuk dipertemukan dengan Bu Teti.
Setiba di rumah Bu Teti, Tim mengetuk pintu. Bu Teti pun membuka pintu. Sesudah mengetahui Bu Sumiyati (istri suaminya yang sudah meninggal) ada di depannya, Bu Teti langsung bersimpuh di depan Bu Sumiyati, meminta maaf dengan sungguh-sungguh. Tangis-menangis pun mewarnai pertemuan dari kedua istri pak Ridwan tersebut. Saling minta maaf dan memaafkan pun terucap dari kedua ibu itu.
Bu Sumiyati pun kemudian meminta agar diantar untuk berziarah ke makam pak Ridwan suaminya.
Kedua ibu itu pun berjalan berziarah ke makam Pak Ridwan sambil berpelukan. Setiba di depan makam, Bu Sumiyati menangis lagi sambil berkata: “Saya maafkan kamu akang, semoga kamu tenang dan diterima di sisi Allah”.
Akhirnya, Mendy pun sembuh dari kesurupannya.

Semoga dari kisah ini dapat diambil hikmahnya.
Sebagai amal buat baik Pak Ridwan, Bu Teti dan Bu Sumiyati.
Saya sungguh terharu akan kisah ini.

Insyaallah kisah ini akan saya sambung dengan artikel yang lain. Yang menjadi bahan diskusi saya dengan teman-teman di kampong halaman.

 



Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
  International
News, Politics, Business & Finance, ...

  Technology
Internet, Computers, ...

  Science
Academics, Education, Research, ...

  Lifestyle
Arts & Culture, Health & Medical, Hobbies, ...

  Entertainment
Books, Musics, Movies, ...

  Sports
Sports, ...