| Melogikakan Isro Mi’roj Dengan SMS |
|
Isro Mi'roj: Meneruskan cerita saya sebelumnya “Ketegaran Bu Sumiyati” .
Setelah melihat acara tersebut, saya dan teman-teman saya hanya bisa tergeleng-geleng, “Bagus juga juga program ini, bisa mempertemukan dan merukunkan orang”. Diantara program TV di Indonesia akhir-akhir ini yang banyak menayangkan program yang menurut saya kurang berkualitas. Pertanyaan pun muncul dari teman saya. “Koq bisa ya, paranormal tersebut langsung tunjuk nama (Bu Sumiyati)?” “Aneh kan?” lanjutnya. Memang, aneh seorang paranormal yang mampu menyebutkan nama orang yang tidak dikenalnya, tidak ditemuinya. Hanya berdasarkan mata terpejam sambil menyembuhkan Mendy dapat langsung mengetahui akar permasalahan penyebab Mendy menjadi kesurupan. Saya pun menjawab, “Kalo bagi saya, terus terang tidak aneh. Banyak hal yang lebih aneh di dunia ini kok” “Bagaimana cara kamu melogikakan isro mi’roj?” lanjut saya. Teman saya pun terdiam, tidak mampu menjawab pertanyaan saya. Kemudian saya tambahkan. “Jika engkau punya anak, kemudian anak kamu bertanya. Bapak bagaimana cara Nabi Muhammad kok bisa sampai ke langit ke tujuh hanya dalam waktu satu malam?”. Karena teman saya masih terdiam, kelihatannya belum mampu menjawab pertanyaan saya. Maka saya melanjutkan dengan memberikan contoh sebagai gambaran. “Kamu percaya dengan santet?” Tanya saya “Lumayan percaya, buktinya kemarin ada berita heboh tentang hal itu di televisi” jawab teman saya. “Kira-kira bisa ga melogikakan cara kerja santet” lanjut saya. “Saya juga tidak tahu” jawab teman saya Kira-kira mungkin begini. Proses santet itu adalah proses perubahan zat. Dari zat padat menjadi semisal zat gas kemudian dikirim ke sasaran. Begitu mengenai sasaran, zat gas tersebut kemudian kembali berubah menjadi zat padat. Coba perhatikan HP kamu! Sewaktu kamu mengetikkan SMS, maka hal itu merupakan hal yang kasat mata (berupa teks/tulisan). Kemudian kamu mengirimkan SMS, maka teks/tulisan tersebut berubah menjadi energi menuju HP tujuan SMS-mu. Dalam keadaan ini teks tersebut berubah menjadi tidak kasat mata. Begitu SMS tersebut tepat sasaran, maka energi yang tidak kasat mata itu pun kembali berubah menjadi teks seperti semula, tidak kurang dan tidak lebih. Nah sekarang kita lanjutkan perandaian logika kita. Coba sekarang kamu pergi ke bulan, nanti saya SMS dari sini, “kira-kira bisa tidak?” Nah, kalau kamu bisa memikirkan hal yang semudah itu, kenapa juga bingung dengan isro mi’roj Nabi.
Beginilah kira-kira jawaban saya, berbeda sekali dengan apa yang telah dilakukan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani yang disebutkan dalam kitab Sirrul Asrar (Rahasianya Rahasia).
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
International News, Politics, Business & Finance, ... |
|
|
Technology Internet, Computers, ... |
|
|
Science Academics, Education, Research, ... |
|
|
Lifestyle Arts & Culture, Health & Medical, Hobbies, ... |
|
|
Entertainment Books, Musics, Movies, ... |
|
|
Sports Sports, ... |
